Memproduktifkan Manusia Cobalah Mencontoh Ke Alam Semesta

Di timur  fajar gemerlapkan surya, kamu tahu kenapa pagi begitu tenang? Pagi yang tenang tanpa angin mericuh adalah persahabatan. Saat itu sang embun senantiasa beraktivitas, saat itu sang hewan bersayap senantiasa mematuk rejekinya. Menjelang siang hari alam berubah pola entah itu sikap angin yang sudah mulai sepoi dan perubahan itu ada alasan penting yang harus mereka patuhi demi kemanfaatannya satu sama lain. Alam ini cerdas dalam memenage sistem kerjasama antara satu pihak dan lainnya. Seakan ada undang-undang yang mereka patuhi.

Benar, alam mematuhi sang Pencipta. Yang menciptakan mereka di muka bumi ini. Bagaimana dengan manusia yang lebih sempurna dari alam ini? Memiliki akal serta berbagai macam pola pikir dan hati nurani tapi terkadang lalai dalam tugas-tugasnya, lalai dalam mencari rejekinya. Sedangkan burung-burung sejak pagi sekali meninggalkan anak-anaknya dan pulang di sore hari hanya demi sesuap makanan untuk anak-anaknya. Andai kita mau membuka mata hati dan mencontohi segala sesuatu yang alam lakukan terhadap para makhluk mungkin layaklah kita katakan manusia yang produktif.

_srimaay
_ filosofi alam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untukmu Yang Teduh Dengan Menutup

Goresan di Hari Ibu