Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Tips Dari Srimaay.. Menghadapi Orang yang Suka Membicarakan Kejelekkan Kita

Gambar
Mengutip judul kali ini ialah ' Menghadapi Orang Yang Suka Membicarakan Kejelekan Kita' . Sedikit merenungkan.. tidak ada manusia yang sempurna dan Allah lah yang memiliki Kesempurnaan. Terkadang kita risih dengan orang yang suka mengotak-atik kehidupan kita, membicarakan kejelekan kita dan bahkan kebaikan kita dijelekjelakkan. Hemm.. kalau sudah begini apa yang harus kita lakukan? Apakah membalasnya dengan serupa? Itu jangan dilakukan karena sama saja kita tidak jauh beda dengan sifat kejelakkannya. Cara cerdas menghadapinya sabar. Selain sabar apalagi? Oke.. ada dua tipsnya : 1). Pahami katakata orang yang membicarakan kita. Karena ada dua tipenya, bersifat iri atau itu teguran dari Allah melalui orang itu. Bersifat iri dimana orang yang membicarakan kita tidak suka dengan kebaikan yang kita lakukan (catet ini sifatnya iri dengan kita jadi ini tidak usah diurusi, doakan saja mereka semoga mendapat hidayah juga). Teguran dari Allah dimana orang yang membicarakan kita deng...

Bermain dengan Luka

Gambar
Luka itu membara saat ikut bermain bersamanya. Sebagaimana pun derasnya mengisak tangisan, percuma. Memendam sakitnya terluka memang mampu menampung air mata yang mengakali keadaan. Harusnya tahu, saat dikecewakan kenapa tidak berani menerima?. Karena meskipun dengan kerasnya mendamba kalau memang sudah tak menjadi nyata yang terlihat percuma. Mungkin dengan memendam dan menangisinya adalah salah satu cara terbaik agar ketegeran tercapai. Bermain dengan luka adalah tangisan. Tangisan yang menjadi alunan bermesraan dengan rasa sakit. Terkadang hal ini mampu mengajari imajinasi dewasa. Kedewasaan akan tumbuh dengan seringnya kita terluka. Tidak perlu dibarai dendam cukup ikhlas dan memaafkannya. Allah akan memberimu sebuah tangisan dimana ditangisan itu akan dimesrai dengan rasa bahagia. Itulah untungnya bersabar. ;) #PemulungKisah #PenaSrimaay

Mekar Dalam Malu

Gambar
Senandung kata yang kuanggap indah adalah kata yang sedikit lebay. Namun, satu asa yang membuatku tetap dalam binar rasa dalam aurahmu adalah hati. Hatiku tak mampu terkendalikan entahkah ini rayuan sang biadap ataukah fitrahku sebagai wanita pelengkap. Akupun tahu tujuanku sebagai wanita hanyalah menunggu. Menunggu sosok yang menjadikanku lengkap akan hadirnya. Aku bukanlah sosok wanita berani seperti Siti Khadijah kepada Nabi Muhammad SAW. Tapi, aku adalah wanita pemalu dalam mengungkapkan sebuah perasaan. Bukannya tak bisa, akan tetapi aku masih haram dalam mengungkapkannya meski itu boleh. Malu dalam keadaan baik adalah caraku tawadhu terhadapmu. Segalaku dalam rasaku terhadapmu kuadukan kepada Alloh sebagai Tuhanku tempatku mencurahkan setiap persoalan masalahku, bahagiaku. Tak terkirakan aku dalam malu ini, bungapun kalah akan mekarannya. Satusatunya cara agar tak melayu hanyalah dengan doa. Semoga Sang Pengijabah doa meridhoi rasaku. _PemulungKisah _Pena@srimaay