Bermain dengan Luka

Luka itu membara saat ikut bermain bersamanya. Sebagaimana pun derasnya mengisak tangisan, percuma. Memendam sakitnya terluka memang mampu menampung air mata yang mengakali keadaan. Harusnya tahu, saat dikecewakan kenapa tidak berani menerima?. Karena meskipun dengan kerasnya mendamba kalau memang sudah tak menjadi nyata yang terlihat percuma.

Mungkin dengan memendam dan menangisinya adalah salah satu cara terbaik agar ketegeran tercapai. Bermain dengan luka adalah tangisan. Tangisan yang menjadi alunan bermesraan dengan rasa sakit.

Terkadang hal ini mampu mengajari imajinasi dewasa. Kedewasaan akan tumbuh dengan seringnya kita terluka. Tidak perlu dibarai dendam cukup ikhlas dan memaafkannya. Allah akan memberimu sebuah tangisan dimana ditangisan itu akan dimesrai dengan rasa bahagia. Itulah untungnya bersabar. ;)

#PemulungKisah
#PenaSrimaay

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memproduktifkan Manusia Cobalah Mencontoh Ke Alam Semesta

Untukmu Yang Teduh Dengan Menutup

Goresan di Hari Ibu