Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Terror di Ruang Hati

Gambar
          Teruntukmu yang menjadikanku tergoda oleh kenestapaan hati, yang menjadikan pelita keprihatinan. Angin senja bukan saja merayu rumput ilalang melainkan kepadaku juga. Kedilemaan ini sudah menjadi ratu dalam diriku, yang terlayani oleh sebuah kondisi.           Kubiarkan sepi menjadi tamaram. Ruang hidup yang menjadikanku terkunci digelapannya, tak kutemukan cela meraih terang kebahagiaan. Kau bukan lagi dalam keraguanku melainkan sudah dalam jelmaan kepernahanku. Disini kusuguhkan sebuah hati yang menjadikanmu satu. Namun, kutebak-tebak segalaku, bahwa kuhanya menjadi penyelamat dari kisah yang kuharap jangan ada kekecewaan. Justru bertamu yang hingga kuharus melayaninya.           Kisah menjadi rana kekecewaan, dan kuhanya tahu kuyang pernah menjadi kisahmu. Kurayu mimpi yang pernah kita ikatkan, tak menjadi terayu. Karena, kekecewaan itu masih bertamu.           Kuta...

Masihkah Aku Dalam Hatimu Ataukah Memang Tak Pernah Ada

Gambar
Awalnya aku menaruh sebuah kepercayaan. Namun entah kenapa caramu dalam mencintaiku menjadikan kubertanya-tanya. Masihkah aku dalam hatimu ataukah memang tak pernah ada?.  Semakin hari ketenangan dalam diriku menjadi sebuah kesesakan. Hingga kau datang menjawab segalanya bahwa kau hanya setengah hati padaku. Kejujuran itu kuakui hebat karenanya kerumukan sebuah hati dan perasaan. Kutanyakan ulang maksud dari setengah hati itu. Kau hanya mengatakan sudahi saja. Nafasku semakin sesak. Kukira kau ingin lebih mencari kecocokan kita dalam hal setengah hati. Kau hanya ingin pergi dan maksud stengah hati itu bukan sebuah kejujuran namun memang kusudah tak ada dalam hatimu. Aku menghargaimu. Silahkanlah pergi sejauh yang kau inginkan. Pamitlah menjauh aku takkan menahanmu untuk tinggal disisiku. Karena percuma hatimu pun bukan aku yang dalamnya bermuara. Kenangan yang indah-indah itu biarkan jadi cerita dewasa kita dimasa depan bahwa aku dan kamu pernah menjadi kita. ....... Sri...