Terror di Ruang Hati
Teruntukmu yang menjadikanku tergoda oleh kenestapaan hati, yang menjadikan pelita keprihatinan. Angin senja bukan saja merayu rumput ilalang melainkan kepadaku juga. Kedilemaan ini sudah menjadi ratu dalam diriku, yang terlayani oleh sebuah kondisi. Kubiarkan sepi menjadi tamaram. Ruang hidup yang menjadikanku terkunci digelapannya, tak kutemukan cela meraih terang kebahagiaan. Kau bukan lagi dalam keraguanku melainkan sudah dalam jelmaan kepernahanku. Disini kusuguhkan sebuah hati yang menjadikanmu satu. Namun, kutebak-tebak segalaku, bahwa kuhanya menjadi penyelamat dari kisah yang kuharap jangan ada kekecewaan. Justru bertamu yang hingga kuharus melayaninya. Kisah menjadi rana kekecewaan, dan kuhanya tahu kuyang pernah menjadi kisahmu. Kurayu mimpi yang pernah kita ikatkan, tak menjadi terayu. Karena, kekecewaan itu masih bertamu. Kuta...