Terror di Ruang Hati

          Teruntukmu yang menjadikanku tergoda oleh kenestapaan hati, yang menjadikan pelita keprihatinan. Angin senja bukan saja merayu rumput ilalang melainkan kepadaku juga. Kedilemaan ini sudah menjadi ratu dalam diriku, yang terlayani oleh sebuah kondisi.

          Kubiarkan sepi menjadi tamaram. Ruang hidup yang menjadikanku terkunci digelapannya, tak kutemukan cela meraih terang kebahagiaan. Kau bukan lagi dalam keraguanku melainkan sudah dalam jelmaan kepernahanku. Disini kusuguhkan sebuah hati yang menjadikanmu satu. Namun, kutebak-tebak segalaku, bahwa kuhanya menjadi penyelamat dari kisah yang kuharap jangan ada kekecewaan. Justru bertamu yang hingga kuharus melayaninya.

          Kisah menjadi rana kekecewaan, dan kuhanya tahu kuyang pernah menjadi kisahmu. Kurayu mimpi yang pernah kita ikatkan, tak menjadi terayu. Karena, kekecewaan itu masih bertamu.

          Kutak pernah menganggap, bahwa apa yang kuraskan mengalahkan imajinasiku.  Kuyang telah tergoda oleh godaan-godaan kekecewaan itu hingga mengusirnya pun kutak mampu. Seakan aganku menjadi jalan dalam semak.

          Kau tak pernah paham apa yang menjadi kebutuhanku. Kau hanya tahu egomu yang bukan sama skali harapku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memproduktifkan Manusia Cobalah Mencontoh Ke Alam Semesta

Untukmu Yang Teduh Dengan Menutup

Goresan di Hari Ibu