Mekar Dalam Malu
Senandung kata yang kuanggap indah adalah kata yang sedikit lebay. Namun, satu asa yang membuatku tetap dalam binar rasa dalam aurahmu adalah hati. Hatiku tak mampu terkendalikan entahkah ini rayuan sang biadap ataukah fitrahku sebagai wanita pelengkap.
Akupun tahu tujuanku sebagai wanita hanyalah menunggu. Menunggu sosok yang menjadikanku lengkap akan hadirnya. Aku bukanlah sosok wanita berani seperti Siti Khadijah kepada Nabi Muhammad SAW. Tapi, aku adalah wanita pemalu dalam mengungkapkan sebuah perasaan. Bukannya tak bisa, akan tetapi aku masih haram dalam mengungkapkannya meski itu boleh.
Malu dalam keadaan baik adalah caraku tawadhu terhadapmu. Segalaku dalam rasaku terhadapmu kuadukan kepada Alloh sebagai Tuhanku tempatku mencurahkan setiap persoalan masalahku, bahagiaku.
Tak terkirakan aku dalam malu ini, bungapun kalah akan mekarannya. Satusatunya cara agar tak melayu hanyalah dengan doa. Semoga Sang Pengijabah doa meridhoi rasaku.
_PemulungKisah
_Pena@srimaay
Akupun tahu tujuanku sebagai wanita hanyalah menunggu. Menunggu sosok yang menjadikanku lengkap akan hadirnya. Aku bukanlah sosok wanita berani seperti Siti Khadijah kepada Nabi Muhammad SAW. Tapi, aku adalah wanita pemalu dalam mengungkapkan sebuah perasaan. Bukannya tak bisa, akan tetapi aku masih haram dalam mengungkapkannya meski itu boleh.
Malu dalam keadaan baik adalah caraku tawadhu terhadapmu. Segalaku dalam rasaku terhadapmu kuadukan kepada Alloh sebagai Tuhanku tempatku mencurahkan setiap persoalan masalahku, bahagiaku.
Tak terkirakan aku dalam malu ini, bungapun kalah akan mekarannya. Satusatunya cara agar tak melayu hanyalah dengan doa. Semoga Sang Pengijabah doa meridhoi rasaku.
_PemulungKisah
_Pena@srimaay

Komentar