Artikel terpilih- Redaksi Sualla Media -Tema Semangat Hijrah- Ikuti Niat dan Tutup Telinga
Assalamualaikum
warohmatullah....
Membahas hijrah bagaikan seorang hamba yang haus dengan
Tuhan-Nya. Tentu bagi sebagian umat islam khususnya wanita (ukhty)
akhir-akhir ini menjadi topik hangat diperbincangkan terkait dengan hijrah.
Terlihat hari ini, zaman yang serba canggih atau bahasa bekennya "zaman
now" wanita berlomba-lomba berhijrah. Entah yang hanya sekadar ikut-ikutan
atau memang karena niat, tapi semua alasan itu sungguh membawa perubahan besar
pada lingkungannya. Tidak banyak lagi terlihat di luar sana yang sedang pamer
aurat pada yang bukan muhrimnya, dan jika pun masih ada hanya 1, 2 dan 3, itu
pun mungkin karena dari agama lain.
Dalam islam, Allah SWT punya cara tersendiri dalam
memuliakan wanita, semua terangkum dalam kitab suci Al Qur'an terhadap keistimewahan
wanita untuk dihargai dan dihormati. Allah SWT begitu mengindahkan wanita, dalam
surah An Nisaa ayat 3-128, Al Ahzab ayat 32, An Nuur ayat 4-58 dan Al Baqarah
ayat 221-241. Wanita yang paham dengan jati dirinya akan senantiasa
melaksanakan seruan dari Allah SWT sebagai Tuhan-Nya, tapi tidak serta merta
mengikuti kewajiban saja melain bagaimana kewajiban itu dapat dilaksanakan
dengan niat yang kuat dan cinta yang hakiki.
Memang tidak mudah menjadi wanita, tapi jika Allah SWT
menggariskan gender pada kita (jenis kelamin) kita harus taati aturan itu dan
berusaha menjadi manusia atau hamba baik untuk menyembah-Nya. Menyembah
pada-Nya bukan lah menjual diri tapi kita adalah milik-Nya, kedatangan kita di
dunia dan kembalinya kita nanti tujuannya untuk Allah SWT. Hijrah bagi wanita
adalah hidayah yang luar biasa, tidak mudah memang berhijab tapi jika hati yang
berniat, maka hal yang tak mudah akan dipermudah oleh Allah SWT tertentu
bagaimana kita sebagai seorang wanita tekun merawat marwah diri.
Berhijab bukan memang bukan asal hijab, tapi bagaimana
kita bisa mengilmui hijab kita. Apabila hidayah datang dari sekadar ikut-ikutan,
maka itu cara Allah SWT mempertumakannya dengan dirinya yang sebenarnya. Semua
atas kehendak Allah SWT dan atas kehendak-Nya itu lautan pun bisa mengering.
Seperti pengalaman saya; awal mula berhijab datang saat paman saya berniat
melakukan pelecehan kepada saya. Hari itu saya sedang sendirian di dalam rumah
dalam keadaan biasa dan penampilan yang menonjolkan sisi aurat saya, siapa pun
yang melihat mungkin akan tergiur karena nafsu laki-laki akan cepat memuncak
saat melihat segi tiga dimensi dari wanita. Ingin menyergapku dan mau menyeret
saya masuk ke dalam kamar, tapi sangat bersyukur adik saya datang menolong saya
dan paman saya lari berderit-derit. Saat itu saya menyadari bahwa apa yang
membuat paman saya nekad adalah penampilan saya yang membumbukan nafsunya. Seminggunya
kemudian, saya niatkan untuk berhijab atau menutup aurat. Di tengah saya
menutup aurat, saya merasakan ketenangan, kedamaian serta rasa aman.
Alhamdulillah.... tidak ada lagi yang berani menganggu atau pun berbuat keji
pada saya justru rasa hormat dan rasa mengharagai yang saya terima. Namun semua
itu pun saya melalui pelbagai rintangan, gosip bertebaran dan menggema di
telinga saya. Paling menyakiti menganggap saya sedang hamil hingga nutup aurat,
ya nutup aurat hanya menutup sesuatu padahal semua itu adalah kebohongan yang
sengaja dirajalelakan. Gosip adalah penyakit sosial, sesungguhnya Allah SWT
telah menerangkannya dalam surah An Nuur ayat 11-16 menjelaskan tentang
orang-orang yang membawa berita bohong dan orang-orang yang mempercayai berita
bohong itu punya penghakiman yang pedih dari Allah SWT.
Mendengarkan omongan orang lain dan ikut memanas dengan
omongan itu bukan cara yang baik dalam menanganinya. Cara terbaiknya jika kita
tetap diam, berdoa dan bersabar lalu fokus dengan niat awal kita. Harus kita
syukuri dengan semua itu, sebab gosip pun mampu menjadikan kita sebagai wanita
yang kuat. Bukan jadi pemandu orang lain tapi menjadi lebih menunjukkan pada
orang lain bahwa apa yang kita lakukan adalah suatu hal yang baik untuk hidup kita
dan untuk Allah SWT.
Segala yang baik memang ada ujiannya, jangan lemah karena
ujian karena bisa saja dari ujian itu Allah SWT punya hadiah terindah untuk
kita. Tetaplah kuatkan niat dalam hati dan arungi dakian yang terjal. Jadilah
seperti permen yang terbungkus rapi.
Jeneponto, 17 Juli 2018
Kontak yang bisa dihubungi :
Email :
Srimyratulandriany4@gmail.com
Biodata :
Nama saya Srimaay, asal Jeneponto Sul-sel. Umur saya 23
tahun, menyelesaikan study di tahun 2017. Pekerjaan sekarang freelance dan
menjadi penulis; beberapa karya novel saya sudah terbit. Saya menyukai menulis
sejak duduk di bangku SMP dan mulai aktif menulis sejak tahun 2016 dan di tahun
2017 karya novel saya terbit. Hobi saya akhir-akhir ini memburu event nulis
entah itu puisi, cerpen, novel dan artikel.

Komentar