Pasukan Biru di Lapangan Desa
Assalamualaikum..! Pagi pasukan biru hehe, pagi ini saya mau bercerita sesuai dengan yang ada difoto, pasti sudah kenal pasukan biru diatas ngapain dan lagi dimana haha. Oke.. yang belum kenal simak baik-baik ceritanya. Nah waktu itu kami semester 6 pas dibulan maret 2016 kami dilepas oleh pihak kampus eeh bukan dilepas apa yah haha tapi kami dilepas untuk berproses di lapangan selama dua bulan lebih, kurang lebih namanya seperti ini KKLP (Kuliah Kerja Lapang Plus) ada plusnya jadi otomatis lebih terancam tugasnya terencana pula selesainya haha. Namanya juga mahasiswa pasti akan melewati episode kemahasiswaan seperti itu kalau ada mahasiswa yang tidak pernah merasakan masa KKLP atau apalah namanya di kampus kalian yakin sajalah dia mahasiswa wajib dipertanyakan haha. Oke lanjut lagi, jadi ceritanya seperti ini ' sebelum dilepas kami pembekalan dulu mengenai tentang kiatkiat dalam KKLP selama tiga hari berturut-turut setelah itu pembagian kelompok nah dipembagian kelompok ini nih paling mengherankan ' bayangkan saja saya dipertemukan atau satu kelompoklah sama satu gengku tapi bukan geng motor ya ' bahagia sih ia tapi itu dia yang jadi bencana susah diatur karena saya sedikit tahu karakter mereka jadi saya agak khawatir gimana nanti ya gimana kalau iniitu pokoknya pikiranku waktu itu rancu, namun saya berfikir sejenak mungkin inilah tantangan yang harus dilewati, ada juga satu kelompok saya yang anak pendidikan mungkin ada dua orang haha karena saya dan yang lainnya (satu gengku) anak nonpendidikan (Fak.Ekonomi) cuman yang dua orang itu yang harus saya dan yang lainnya untuk saling mengenal dan memahami karakter dan sifatnya, jadi kami satu kelompok ada 12 orang, 4 cowok 7 cewek. Lebih banyak ceweknya lebih pusing juga hadapinya haha, setelah itu pemilihan ketua atau bahasa pemerintahannya KorDes (Koordinator Desa) nah detikdetik pemilihan KorDes ini paling menggetarkan, teman-teman satu posko nunjuk saya jadi KorDesnya nah saya juga heran kenapa mereka nunjuk saya jadi kordesnya haha katanya sih saya sesuatu banget wkwk.. tapi saya juga orangnya tidak suka dipimpin jadi saya mengiyakan saja haha pikiran saya waktu itu ngitungngitung pengalaman, namun menjadi pemimpin atau menjadi KorDes itu bukanlah hal yang mudah tapi sungguh sangat luar biasa susahnya bayangkan sendiri sajalah bagaimana jadinya jika harus mengkoordinasi ke 11 anggotanya yang hisa dibilang sifat dan karakter yang berbeda-beda ' ada yang manja, ada yang egois, ada yang pemalu, ada yang keras,ada juga yang ngikutngikut saja.. namun semua itu adalah warna yang bikin orang hilang gambarnya jika diberikan warna seperti itu haha ngak lah ya saya menganggap mereka itu unik yang pada dasarnya butuh diseralaskan hihi jadi setelah itu pemilihan posko, nah saya dapat posko paling jauh dari rumah karena saya anak rumahrumahan tapi bukan berarti kampus-rumah ya, ginigini saya juga aktif di organisasi ! Saya orangnnya suka khawatir gimana nanti kalau saya tinggalkan rumah kasian bapak sm adek di rumah tidak ada yang masakin karena saya tukang masaknya di rumah semenjak ibu tidak ada . Ko' curhat masalah privasi keluarga sih haha itu ada episodenya hihi oke lanjut ' saya dapat posko bagian timur ( tidak usah sebutin nama poskonya) yang pasti disebuah desa yang bisa dibilang desa itu sedang dalam masa-masa krisis air, gimana mandinya yaa.. haha jadi setelah pemilihan posko atau desa kami menunggu jemputan dari pihak kepala desa tersebut ' hampir dua jam kami menunggu tak kunjung datang juga jemputannya maka dari itu kami terpaksa naik mobilnya teman kebetulan teman satu poskoku ada yang pake mobil kira-kira dua orang jadi saya dan yang lainnya nebeng (numpang) di mobilnya. Sampai disana kami diarahkan untuk ke kantor kecamatan untuk diterima dulu dari pihak kepala kecamatannya jadi tidak asal nyelodong saja bernaung di desa orang haha kebetulan di kecamatan itu paling banyak poskonya kira-kira ada 6 posko kalau tidak salah yang lainnya cuman 4 atau 3 posko satu kecamatan. Nah setelah kami diterima oleh pihak kepala camatnya kami diperkenalkan dengan kepala desa masing-masing, kami dapat kepala desa yang mirip dengan pak presiden Jokowi ' kerenkan haha.. setelah itu barulah kami mengarah ke desa yang dari mulut ke mulut desa yang sering krisis air ' ya Allah.. jadi sampai disana kami berkenalan dengan keluarga pak desa tersebut, aduhh pak desa ternyata memiliki istri yang cantik masih kinclong kulitnya hemmm.. anak-anaknya luculucu juga tapi sayang ngak ada cowok haha.. setelah kami berkenalan kami disayang-sayang dulu atau diperhatiin dululah kayak orang yang baru pacaran gitu haha, kami di kasih makan yang enak-enak trus sudah itu kami diantar ke kamar kami masing-masing ada kamar cewek ada juga kamar cowok, bukan muhrim kalau digabungkan bahaya.. saat itu rumahnya pak desa sempit ngak banyak ruang-ruangnya, kamarnya saja cuman dua yang satunya baru sementara diperbaiki jadi terpaksa yang cewek menempati kamar yang sambung dengan gudang tempat penyimpanan barang dagangannya Ibu desa atau istri pak desa kebetulan istrinya bukan berprofesi jadi ibu desa saja tapi dia juga berbisnis waah hebat yaa harus dicontoh untuk ibu desa yang lainnya..hihi jadi kami dengan tak ingin menimbulkan masalah kami terima-terima sajalah lagian kami yang numpang, benar-benar ya tinggal di rumahnya orang tercekik sendiri lehermu seperti begitulah. Kamar cowok juga memprihatinkan sementara dikerja alamaaa.. tidak usah dibahas lagi mengenai kamar kami ya haha jadi lanjut lagi hari pertama terlewati dengan kepedihan layaknya seperti itu hihi, hari kedua kami turun ke dusun-dusun memgecek apa yang harus dibenahi disetiap dusun tersebut, benar-benar ya disetiap dusun krisis air di rumah pak desa saja ngambil airnya ditetangga, nyucinya bajunya ditetangga jadi setiap pagi angkat air dulu baru bisa masak cuman bisa nyebut Allah Berkahilah, ,lagian ' masa kami harus menanggulangi krisis airnya sih butih dana banyak pasti sedangkan kami bermodalkan uang pribadi yang tak seberapa banyak, kami mengabaikan yang krisis air yang kami cuman benahi yaitu penanaman pohon, pembuatan papan nama, mengecet pembatas, mengadakan kerja bakti setiap hari minggu disetiap dusun dan dikantor desa, itu baru yang fisik nah yang non fisiknya kita ngajar di sekolah dan di masjid haha ngajar di masjid ini nih teman-teman satu poskoku paling susah diajak kerja sama bagaimana tidak semuanya pada takut sama Al-Quran haha apalagi sama anak-anak masjid yang luar biasa ributnya + nakalnya haha jadi terpaksa namun ikhlas kordes yang turun bersama bendaharaku ya cuman bendahara kordes yang setia mendapingi kordesnya yang lain sibuk di posko kerja jurnal hariannya masing-masing.
Singkat ceritanya ' jadi setelah dua bulan terlewati detik-detik penarikan KKLP kami ngosngosan kerja LPJ, bagaimana perpisahan kami dengan desa tersebut yang harus dipikirkan yang dimana dana kami juga ikut ngosngosan, terpaksa orangtua lagi kami mintaki. Benar-benar masa KKLP menguras tenaga dan isi dompet. Saat itu kami juga memikirkan hadiah yang harus kita berikan kepada Ibu Desa dan Pak Desa, nah kebetulan waktu itu teman satu poskoku yang punya rencana untuk nyamblong baju, kira-kira seperti ini tulisan yang tertera di bajunya " Pusing-Pusing Tala Sibija Anrai Kalaukki" #Poskoblablabla.. haha artinya Ngapain Ikut Pusing kalau kita tidak ada hubungan apa-apanya, kebetulan idenya muncul akibat kami yang kadang sering tidak sejalan. Jadi kami juga memberikan hadiah cangkir yang harganya tidak seberapa, jangan lihat harganya berapa tapi lihat keikhlasan kami memberi hihi. Sampai disini dulu yaa.. semoga ada maknanya yang bisa diambil tentang ceritaku diatas ;), semoga juga yang satu posko denganku ngebaca curhatanku dan mengomentari hal-hal yang menyimpan hahaha ngak lah ya yang bermanfaat saja.
wassalamualaikum..
Singkat ceritanya ' jadi setelah dua bulan terlewati detik-detik penarikan KKLP kami ngosngosan kerja LPJ, bagaimana perpisahan kami dengan desa tersebut yang harus dipikirkan yang dimana dana kami juga ikut ngosngosan, terpaksa orangtua lagi kami mintaki. Benar-benar masa KKLP menguras tenaga dan isi dompet. Saat itu kami juga memikirkan hadiah yang harus kita berikan kepada Ibu Desa dan Pak Desa, nah kebetulan waktu itu teman satu poskoku yang punya rencana untuk nyamblong baju, kira-kira seperti ini tulisan yang tertera di bajunya " Pusing-Pusing Tala Sibija Anrai Kalaukki" #Poskoblablabla.. haha artinya Ngapain Ikut Pusing kalau kita tidak ada hubungan apa-apanya, kebetulan idenya muncul akibat kami yang kadang sering tidak sejalan. Jadi kami juga memberikan hadiah cangkir yang harganya tidak seberapa, jangan lihat harganya berapa tapi lihat keikhlasan kami memberi hihi. Sampai disini dulu yaa.. semoga ada maknanya yang bisa diambil tentang ceritaku diatas ;), semoga juga yang satu posko denganku ngebaca curhatanku dan mengomentari hal-hal yang menyimpan hahaha ngak lah ya yang bermanfaat saja.
wassalamualaikum..

Komentar