Tidak Memaafkan Adalah Kejahatan
Memaafkan atau tidak adalah sebuah pilihan. Memaafkan atau tidak adalah sebuah pencobaan yang besar. Kita harus memutuskan bagi diri kita sendiri, mengampuni atau tidak.
Mengampuni memang beresiko. Kita berkorban perasaan, harga diri dan lainnya. Tetapi, jika kita memutuskan tidak mau mengampuni itu juga beresiko. Dan justru menghukum diri kita sendiri.
Dendam akan menghukum kita, merampas energi, waktu dan menghancurkan kesenangan dan bahksn kesehatan kita. Pepatah China berkata " Siapa yang bermaksud membalas dendam, Ia harus menggali dua lubang kubur" dan dendam juga dapat merusak pribadi kita dengan Allah.
Tidak mengampuni adalah sebuah kejahatan. Selain dari itu, tidak mengampuni adalah sebuah ikatan yang memenjarakan kekejaman dan hanya Allah yang dapat menolong kita.
Jadi, mengampuni bukan sekedar melupakan kesalahan yang dilakukan seseorang terhadap kita. Mengampuni berarti memaafkan orang untuk kesalahan yang telah diperbuatnya. Mengampuni berarti menunjukkan kasih dan penerimaan, meskipun disakiti.
Mengampuni adalah membuat keputusan secara sadar untuk berhenti membenci karena kebencian itu sama skali tidak ada gunanya. Kita teruslah mengampuni sampai rasa sakit hati itu hilang. Semakin dalam lukanya, semakin besar daya mengampuni itu diperlukan. Memaafkan bukanlah tindakan yang dilakukan kadang-kadang saja, melainkan merupakan sikap yang permanen. Sama halnya seorang dokter yang membersihkan luka ditubuh kita dan menjaga agar jangan terkena infeksi supaya dapat sembuh dengan baik. Begitu juga kita harus menjaga luka-luka batin kita dari kepahitan agar luka itu cepat sembuh.
Dan tahukah, menerima maaf adalah melegakan hati. Memaafkan diri sendiri itu sehat. Memaafkan sesama itu Illahi. Melatih orang memaafkan itu mulia. Membantu orang menerima pengampunan Allah untuknya itu memberinya hidup kekal.
#J.R
Mengampuni memang beresiko. Kita berkorban perasaan, harga diri dan lainnya. Tetapi, jika kita memutuskan tidak mau mengampuni itu juga beresiko. Dan justru menghukum diri kita sendiri.
Dendam akan menghukum kita, merampas energi, waktu dan menghancurkan kesenangan dan bahksn kesehatan kita. Pepatah China berkata " Siapa yang bermaksud membalas dendam, Ia harus menggali dua lubang kubur" dan dendam juga dapat merusak pribadi kita dengan Allah.
Tidak mengampuni adalah sebuah kejahatan. Selain dari itu, tidak mengampuni adalah sebuah ikatan yang memenjarakan kekejaman dan hanya Allah yang dapat menolong kita.
Jadi, mengampuni bukan sekedar melupakan kesalahan yang dilakukan seseorang terhadap kita. Mengampuni berarti memaafkan orang untuk kesalahan yang telah diperbuatnya. Mengampuni berarti menunjukkan kasih dan penerimaan, meskipun disakiti.
Mengampuni adalah membuat keputusan secara sadar untuk berhenti membenci karena kebencian itu sama skali tidak ada gunanya. Kita teruslah mengampuni sampai rasa sakit hati itu hilang. Semakin dalam lukanya, semakin besar daya mengampuni itu diperlukan. Memaafkan bukanlah tindakan yang dilakukan kadang-kadang saja, melainkan merupakan sikap yang permanen. Sama halnya seorang dokter yang membersihkan luka ditubuh kita dan menjaga agar jangan terkena infeksi supaya dapat sembuh dengan baik. Begitu juga kita harus menjaga luka-luka batin kita dari kepahitan agar luka itu cepat sembuh.
Dan tahukah, menerima maaf adalah melegakan hati. Memaafkan diri sendiri itu sehat. Memaafkan sesama itu Illahi. Melatih orang memaafkan itu mulia. Membantu orang menerima pengampunan Allah untuknya itu memberinya hidup kekal.
#J.R
Komentar