Saat Engkau Menangis Cobalah Temukan Dirimu

Saat tak tahu lagi arah yang akan ditempuh. Saat itu juga hanya sunyi yang berani bersandar manis pada pundak mungilku.

Ketika kabut hitam bersemayam diatas Arsy mengisyaratkan aku pada suatu hal. Segala bahagia, segala derita, segala dalam keseimbangan hidup membutuhkan diri ini tetap dalam kesyukuran agar Alloh tak merendahkanku dalam catatanNya.

Terlalu asyik berimajinasi sehingga lupa memberi makan kepada Roh. Ketukkan hidayah adalah jawaban diri terhadap TuhanNya. Mampukah tangisan menghapus lupa? Sedari waktu aku sering lalai mengingat Alloh sebagai Tuhanku. Imajinasiku terlalu tajam menyorotiku dalam dunia hampa yang membuat akhiratku terlihat padam.

Aku terketuk dalam ketukkan hidayah. Tangisanku menemukan diriku bahwa aku hanya Manusia biasa dan bagaimanapun aku hanyalah seorang hamba yang tak lain adalah Manusia yang harus tahu diri bahwasanya ada Alloh sebagai Tuhan yang wajib diingat dalam setiap siklus jam.


#NoteMay

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memproduktifkan Manusia Cobalah Mencontoh Ke Alam Semesta

Untukmu Yang Teduh Dengan Menutup

Goresan di Hari Ibu